copas dari kultwit (@UdaDony) tadi pagi tentang PT DI :
Jadi ingat kunjungan kemaren ke PT DI #sedih
sebenarnya selama tahun 2011 saya udah sering ke PT DI, tapi itu kebanyakan hanya pertemuan diruang rapat saja #sedih
tapi kemaren, diajak keliling line produksi pesawat dan tempat pengujian IRON BIRD nya PT DI #sedih
untuk line produksi, masih tetap bergairah, pesanan CN 235 masih ada dari TNI AL dan dari luar negri, karyawannya juga akan ditambah#sedih
tapi recruitmennya hanya untuk lulusan SMK untuk bagian produksi#sedih
teknologi yang dipakai pada line produksi sudah hi tech, sampai2 komponen sayap (leading edge) A380 dibuat disini #sedih
tapi kesejahteraan karyawannya menyedihkan sekali kalo dibandingkan dengan industri otomotif #sedih
hampir semua alat alatnya masih berfungsi, tapi tidak terawat dengan baik #sedih
terakhir alat pengujian struktur digunakan untuk uji bending sudu SKEA 100 kW punyanya ESDM #sedih
kasian ilmu2 mereka orang2 pintar Indonesia tidak bisa dimanfaatkan dinegeri mereka sendiri #sedih
semoga PT DI bisa bangkit dengan N 219 nya #sedih
ya memang begitu kenyataanya bre…padahal dengan kemampuan SDM yang dimiliki, Indonesia bisa membuat teknologi sendiri. Kebijakan pemerintah tidak mendukung ke arah situ. Belum lahir Habibie yang baru bre…
Kita disetting untuk tetap jadi negara dunia ketiga bre… tapi klo kita mau berusaha lebih baik, minimal dari pribadi masing2 dari yang kecil2 dan mulai dari sekarang InsyaAllah kita bisa bangkit.. Tar malam ikut futsal gak, dipamulang, EO nya faros