Alhamdulillah hari ini telah memasuki hari ke 3 Bulan Ramadhan. Semoga kita diberikan kekuatan oleh Allah untuk dapat meningkatkan dan memperbanyak ibadah dalam bulan suci ini.
Seperti tahun – tahun sebelumnya, rutinitas menjelang hari raya idul fitri adalah mudik ke kampung halaman. Bertemu dengan orang tua dan sanak saudara serta teman2 lama yang ada dikampung. Dan yang tak kalah serunya selama dikampung adalah wisata kuliner. Biasanya dimulai dari los lambuang dengan segala macam jenis makanan tradisional minang ada disini, sebutlah nasi kapau, katupek kapau, katupek pical dll.. Kalau disebutkan satu persatu macam2 masakan minang, mungkin tulisan ini akan berganti judul..
Namun tahun ini rencana pulang kampuang (pulkam) aka mudik kemungkinan besar gak jadi kami laksanakan. Awalnya sih agak berat, karena kebiasaan tiap lebaran selalu mudik, tapi karena banyak faktor maka terpaksa lebaran diperantauan saja. Alasan utamanya, alhamdulillah istri sedang hamil anak ke 2 kami, dan sekarang masih 2 bulanan usia kehamilannya, dan alasan yang gak kalah pentingnya adalah masalah ekonomi, karena biasanya setiap pulkam selalu tabungan direset menjadi nol
.
Dan alasan berikutnya, karena habis lebaran nanti orangtua dan saudara lainnya akan kejakarta untuk acara nikahan sepupu. Jadi dengan 3 alasan utama tersebut maka diputuskan untuk gak jadi mudik tahun ini. Semoga ini merupakan yang terbaik bagi kami sekeluarga, dan terbaik menurut Allah ta’ala.

